IGWNEWS-Bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan yang tidak sedikit. Masalah bahkan bisa muncul sebelum seorang pekerja meninggalkan Indonesia.
Karena itu, calon PMI tidak cukup hanya mencari pekerjaan dengan gaji menarik. Proses keberangkatan, legalitas, dokumen dan kontrak juga harus diperiksa.
Terlalu percaya pada informasi dari orang lain
Informasi mengenai pekerjaan luar negeri sering kali datang dari teman, keluarga atau kenalan. Informasi tersebut memang bisa menjadi awal untuk mencari peluang. Namun, calon PMI tetap perlu melakukan verifikasi melalui kanal resmi.
KP2MI menyediakan informasi lowongan melalui SISKOP2MI. Sistem tersebut memuat informasi lowongan pekerjaan luar negeri yang dapat dipantau masyarakat.
Tergiur gaji tanpa mengecek pekerjaannya
Kesalahan berikutnya adalah hanya melihat nominal gaji. Tawaran dengan gaji tinggi belum tentu sesuai dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya. Calon PMI perlu mengetahui jenis pekerjaan, pemberi kerja, lokasi, jam kerja dan fasilitas yang diberikan. Jika informasi tersebut tidak jelas, calon pekerja sebaiknya berhati-hati.
Mengabaikan kontrak
Kontrak kerja bukan dokumen yang boleh dilewati begitu saja. Pada proses G to G Korea, KP2MI bahkan meminta calon PMI yang telah menerima Standard Labour Contract untuk membaca dan mencermati kontrak tersebut. Calon PMI perlu memastikan pekerjaan dan kondisi kerja sesuai dengan yang ditawarkan sebelumnya.
Memberikan data pribadi sembarangan
KTP, paspor dan dokumen pribadi lainnya merupakan data penting. Jangan menyerahkan dokumen kepada pihak yang identitas dan legalitasnya tidak jelas. Pastikan pihak yang meminta data memang memiliki kepentingan yang sah dalam proses penempatan.
KP2MI juga terus mendorong migrasi yang aman dan meningkatkan literasi masyarakat mengenai risiko penempatan nonprosedural.
Menganggap proses resmi harus cepat
Proses penempatan resmi membutuhkan sejumlah tahapan. Dokumen harus diverifikasi, calon pekerja harus memenuhi persyaratan dan pada beberapa skema terdapat proses seleksi serta pembekalan.
Karena itu, tawaran yang menjanjikan keberangkatan sangat cepat tanpa proses yang jelas justru perlu dipertanyakan.
Menjadi PMI bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan. Proses sebelum keberangkatan ikut menentukan keamanan selama bekerja. Pastikan lowongan dapat diverifikasi, dokumen jelas, kontrak dipahami dan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi.
Jangan memilih jalan yang paling cepat. Pilih jalan yang legal, aman dan dapat dipertanggungjawabkan.(igwn/fb)
Baca juga:
Cara Cek Lowongan Kerja Luar Negeri Resmi Agar Tidak Tertipu Calo PMI
Apa Itu P3MI? Pengertian, Tugas, dan Cara Memilih P3MI Resmi
Cara Memilih P3MI Resmi dan Legal agar Aman Bekerja di Luar Negeri
