IGWNEWS–Indonesia dan Albania resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di kawasan Eropa sekaligus memperkuat sistem pelindungan pekerja migran.
Penandatanganan MoU dilakukan saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania Delina Ibrahimaj beserta delegasi di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (30/7).
Berdasarkan keterangan di laman resmi Kementerian P2MI, Mukhtarudin mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan pimpinan Albania yang membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Menurut Mukhtarudin, Albania akan menjadi salah satu negara tujuan penempatan PMI kategori tenaga kerja terampil (skilled workers), baik di sektor formal maupun profesi tertentu. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menggeser penempatan pekerja migran dari sektor berkeahlian rendah menuju tenaga kerja dengan kompetensi menengah hingga tinggi.
Ia menambahkan, MoU menjadi fondasi untuk membangun sistem penempatan yang lebih aman, tertata, dan memiliki kepastian hukum. Setelah penandatanganan, kedua negara akan menyusun instrumen pelaksanaan sebagai pedoman operasional agar proses rekrutmen, penempatan, hingga pelindungan PMI berjalan secara terukur dan akuntabel.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan tenaga kerja Albania di sejumlah sektor prioritas, seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, dan konstruksi.
Data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) mencatat, sepanjang Januari 2025 hingga 29 Juli 2026 terdapat 142 layanan penempatan PMI ke Albania. Meski jumlahnya masih terbatas, pemerintah menilai kerja sama ini akan membuka peluang penempatan yang lebih luas pada masa mendatang.
Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania Delina Ibrahimaj menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra strategis Albania di Asia Tenggara. Ia berharap MoU tersebut segera diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Delina juga menilai tenaga kerja Indonesia memiliki reputasi yang baik di tingkat internasional. Menurutnya, Albania saat ini membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor, termasuk kesehatan, logistik, dan pertanian, seiring pertumbuhan ekonomi negara tersebut.(igwn/fb)
Baca juga:
Penerbitan Visa PMI ke Turki Mulai Membaik, MoU Penempatan Segera Dirampungkan
Turki Puji PMI karena Jujur dan Berkomitmen, Peluang Kerja Sama dengan Indonesia Kian Terbuka
Wamen P2MI Minta CPMI Jaga Nama Baik Indonesia Saat Bekerja di Korea Selatan dan Jerman
