IGWNEWS–Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memperkuat koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri guna meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) sekaligus memperluas akses pasar kerja yang aman dan prosedural.
Menurut keterangan resmi Kementerian P2MI, Christina menyampaikan hal tersebut saat menerima Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Andi Ardiansyah dan Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou Arianto Surojo di Jakarta, Jumat (31/7).
Dalam pertemuan tersebut, Christina menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian P2MI dan seluruh Perwakilan RI di luar negeri. Menurutnya, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh pekerja migran Indonesia, mulai dari pelayanan, pendampingan, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi di negara penempatan.
“Hong Kong selama ini merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia. Kehadiran negara harus benar-benar mereka rasakan, mulai pelayanan, pendampingan, hingga penyelesaian persoalan yang dihadapi di negara penempatan,” kata Christina.
Selain membahas penguatan pelindungan PMI di Hong Kong, pertemuan dengan Konjen RI di Guangzhou juga menyoroti peluang perluasan pasar kerja bagi tenaga kerja terampil Indonesia di Tiongkok.
Menurut Kementerian P2MI, pemerintah Indonesia saat ini tengah mempersiapkan kerja sama yang lebih komprehensif dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, termasuk penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) Ketenagakerjaan dan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Migran Indonesia dalam layanan tenaga kerja perikanan perairan jauh.
Christina mengatakan, kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan penempatan awak kapal perikanan migran Indonesia dengan sistem pelindungan yang lebih kuat.
“MoU ini akan menjadi landasan kerja sama penempatan awak kapal perikanan migran dengan pelindungan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Christina juga memaparkan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, memiliki sertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Ia optimistis koordinasi yang semakin erat dengan seluruh Perwakilan RI di luar negeri akan memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus membuka peluang kerja baru di berbagai negara tujuan.
“Koordinasi dengan seluruh Perwakilan Indonesia di luar negeri akan semakin memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus membuka pasar-pasar kerja baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.(igwn/fb)
Baca juga:
Wamen P2MI Dorong Skema Pembiayaan Baru bagi Calon Pekerja Migran Indonesia, Tak Hanya KUR PMI
Wamen P2MI Minta CPMI Jaga Nama Baik Indonesia Saat Bekerja di Korea Selatan dan Jerman
Indonesia dan Albania Teken MoU, Buka Peluang Penempatan PMI Terampil ke Eropa
