IGWNEWS–Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperkuat program SMK Go Global sebagai upaya menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi, kemampuan bahasa asing, hingga kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri global.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat menghadiri Laporan Tahunan Rektor dan Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) 2026 di Purwokerto, Jumat (31/7).
Menurut laman resmi KP2MI, Dzulfikar menilai perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan meningkatnya mobilitas tenaga kerja dunia menuntut generasi muda Indonesia memiliki kemampuan yang lebih adaptif.
“Dunia bergerak semakin cepat. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, dan kebutuhan tenaga kerja global menuntut generasi muda untuk memiliki kompetensi yang adaptif, kemampuan bahasa, serta kesiapan untuk bekerja secara profesional di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, peluang kerja di luar negeri bagi tenaga kerja Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat sekitar 320 ribu kebutuhan tenaga kerja internasional yang hingga kini belum dapat dipenuhi. Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya penguasaan bahasa asing dan kesiapan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.
Melalui program SMK Go Global, KP2MI mendorong penguatan pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar kerja global. Para peserta didik dibekali keterampilan teknis, kemampuan berbahasa asing, pemahaman budaya kerja, kesiapan mental, hingga literasi keuangan sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.
Sejumlah sektor disebut memiliki peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, di antaranya kesehatan, manufaktur, perikanan, hospitality, konstruksi, serta pelayaran dan awak kapal. Kebutuhan tenaga kerja profesional di berbagai sektor tersebut juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
KP2MI menegaskan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia tidak lagi hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Selain kompetensi teknis, program SMK Go Global juga menanamkan budaya kerja profesional, disiplin, tanggung jawab, dan berorientasi pada kualitas. Literasi keuangan turut menjadi perhatian agar pekerja migran mampu mengelola hasil kerja mereka secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Untuk mendukung program tersebut, KP2MI menggandeng sekolah vokasi, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing.
Melalui SMK Go Global, pemerintah berharap semakin banyak lulusan SMK yang dapat mengakses peluang kerja internasional secara aman, prosedural, dan bermartabat, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global. (Igwn/fb)
Baca juga:
Menteri P2MI Dorong Percepatan Program SMK Go Global, Targetkan 500 Ribu Tenaga Kerja Tersertifikasi
KP2MI Targetkan 500 Ribu Tenaga Kerja Tembus Pasar Global Lewat Program SMK Go Global
Wamen P2MI Dorong Skema Pembiayaan Baru bagi Calon Pekerja Migran Indonesia, Tak Hanya KUR PMI
