IGWNEWS–Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan pekerja migran Indonesia yang lebih terampil dan berdaya saing global.
Dikutip dari laman resmi KP2MI, Menteri P2MI Mukhtarudin menerima audiensi delegasi Universitas Siliwangi (Unsil) dan Universitas Warmadewa (Unwar) di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan kompetensi calon pekerja migran melalui pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, serta penguatan program Migrant Center di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan itu, Mukhtarudin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pekerja migran dari kategori low skill menuju medium-high skill menjadi salah satu prioritas pemerintah. Upaya tersebut sejalan dengan target penyiapan 500 ribu pekerja migran terampil pada periode 2026–2029 melalui program SMK Go Global.
“Sudah waktunya kita memiliki pekerja migran yang berkualitas. Tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi teknis dan soft skill yang baik,” ujar Mukhtarudin.
Menurutnya, program pelatihan yang dijalankan KP2MI dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja internasional. Pemerintah memastikan kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan telah tersedia sebelum proses pelatihan dilaksanakan sehingga peserta memiliki peluang penempatan yang lebih jelas.
Selain membahas peningkatan kompetensi, pertemuan tersebut juga menyoroti pengembangan Migrant Center di perguruan tinggi. Hingga saat ini, KP2MI telah meresmikan Migrant Center di 23 perguruan tinggi dan satu lembaga pelatihan sebagai pusat layanan informasi, edukasi, pembekalan, serta pengembangan kompetensi bagi calon pekerja migran.
Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, menyatakan kesiapan kampusnya untuk mendukung program tersebut melalui pembentukan Unsil Migrant Center. Menurutnya, keberadaan pusat layanan tersebut dapat membantu mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi calon pekerja migran, terutama terkait kemampuan bahasa dan legalitas dokumen.
Sementara itu, Universitas Warmadewa juga menyambut positif rencana kerja sama dengan KP2MI. Pihak kampus menilai skema penempatan pekerja migran yang berbasis kebutuhan pasar dapat memberikan kepastian kerja sekaligus meminimalkan risiko penipuan yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat.
Audiensi diakhiri dengan komitmen kedua perguruan tinggi untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan nota kesepahaman dan percepatan pembentukan Migrant Center di masing-masing kampus.
KP2MI berharap keterlibatan perguruan tinggi dapat memperkuat ekosistem pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global.(igwn/fb)
Baca juga:
Menteri P2MI Dorong Percepatan Program SMK Go Global, Targetkan 500 Ribu Tenaga Kerja Tersertifikasi
KP2MI Targetkan 500 Ribu Tenaga Kerja Tembus Pasar Global Lewat Program SMK Go Global
