IGWNEWS.COM— Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mulai memperkuat paradigma pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), tidak hanya berfokus pada pelindungan dan penempatan. Pengalaman dan kompetensi yang diperoleh PMI selama bekerja di luar negeri didorong untuk menjadi modal saat kembali dan membuka peluang usaha di Indonesia.
Arah tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, dalam Pelatihan Online Kewirausahaan Pekerja Migran bertema “Digital Marketing dan Branding Usaha”, Minggu (13/9/2026).
Pelatihan tersebut digelar Ditjen Pemberdayaan KP2MI bersama BRI Peduli dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Pesertanya antara lain PMI yang berada di Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan.
Fachri mengatakan, pemberdayaan menjadi bagian penting dalam transformasi KP2MI. Menurutnya, tugas pemerintah tidak berhenti pada proses penempatan PMI ke luar negeri, tetapi juga memastikan mereka memiliki bekal untuk membangun kehidupan produktif setelah kembali ke daerah asal.
“Bahwa tugas KP2MI tidak sekadar menempatan PMI, tapi lebih dari itu adalah menyiapkan program pemberdayaan setelah PMI kembali ke kampung halamannya masing-masing,” ujar Fachri.
Ia mengatakan, pemerintah tengah mendorong konsep brain circulation, yakni pengalaman dan kompetensi yang diperoleh PMI selama bekerja di luar negeri dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah asal.
Menurut Fachri, PMI yang memiliki pengalaman kerja di lingkungan global diharapkan tidak berhenti meningkatkan kompetensi. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan ketika mereka kembali ke Indonesia, termasuk melalui kegiatan usaha.
“Kami menyadari posisi Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri memiliki pengalaman global, yang itu semua kami harapkan dapat diterapkan dengan membuka peluang kerja seluas-luasnya saat kalian kembali ke Indonesia,” katanya.
Dorong Kompetensi PMI di Era Digital
Pelatihan digital marketing dan branding usaha menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan PMI dan purna PMI dalam mengembangkan usaha.
Vice President Corporate Social Responsibility PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dinne Shovia Tresna Amalia, mengatakan keterampilan digital marketing dan branding penting bagi PMI yang ingin mengembangkan usaha.
“Kegiatan digital marketing dan branding usaha sangat penting untuk menambah skill para Pekerja Migran Indonesia dari berbagai negara yang ikut dalam kegiatan pelatihan ini,” kata Dinne.
Ia menambahkan, BRI Peduli terus bersinergi dengan KP2MI melalui Ditjen Pemberdayaan dalam kegiatan literasi bagi PMI maupun purna PMI.
Dalam kesempatan tersebut, Fachri juga mengaitkan agenda pemberdayaan PMI dengan Asta Cita ketiga Presiden Prabowo Subianto yang kemudian diadaptasi dalam Asta Mandala SMK Go Global.
Menurutnya, agenda tersebut sejalan dengan upaya membangun PMI yang kompeten sekaligus memiliki keberlanjutan setelah masa kerja di luar negeri berakhir.
“Pelatihan yang digagas atas kerja sama KP2MI, BRI Peduli, dan KDEI ini penting,” ujar Fachri.
Ia menegaskan perubahan paradigma pemberdayaan akan terus didorong agar PMI dan purna PMI menjadi subjek aktif dalam pengembangan kompetensi serta pemanfaatan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di luar negeri.
“Kami menyadari posisi Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri memiliki pengalaman global,” katanya.
Diikuti PMI dari Tiga Negara
Pelatihan online tersebut turut dihadiri Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif Ditjen Pemberdayaan KP2MI, Nurhayati, serta sejumlah perwakilan direktorat di lingkungan Ditjen Pemberdayaan.
Sesi diskusi dipandu Salsabila dari BRI Peduli sebagai moderator. Materi disampaikan CEO PT Regarmarket Tomi Septiaji dan Marketing Strategist Agung M. Reza.
Para peserta mendapatkan materi mengenai digital marketing dan branding usaha sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kewirausahaan PMI.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KP2MI memperkuat pemberdayaan PMI, dengan mendorong pengalaman kerja global tidak berhenti sebagai pengalaman individu, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun usaha dan membuka peluang ekonomi ketika PMI kembali ke Indonesia.(igwn/fb)
Baca juga:
Wamen P2MI Perkuat Sinergi dengan Konjen RI, Dorong Perlindungan PMI dan Perluasan Pasar Kerja
Mukhtarudin Gandeng Pensiunan BNP2TKI-BP2MI Perkuat Pelindungan PMI
Calon PMI Kini Dapat Akses JKN dari Sebelum Berangkat hingga Pulang ke Tanah Air
