Indonesia-Kroasia Siapkan Kerja Sama Penempatan PMI, Sektor Hospitality Jadi Peluang

IGWNEWS—Pemerintah Indonesia terus mempersiapkan kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kroasia. Salah satu tahapan yang tengah dilakukan yakni konsolidasi dokumen nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani membahas persiapan kerja sama tersebut bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Kroasia Suwartini Wirta di Kantor Kementerian P2MI, Jumat (25/9/2026).

Christina mengatakan, penyusunan MoU Indonesia-Kroasia masih berlangsung. Pemerintah Indonesia saat ini melakukan konsolidasi dokumen dengan memasukkan berbagai masukan dari kedua negara.

“Konsolidasi kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb agar dokumen dapat dipersiapkan dan disampaikan pada counterpart di Kroasia,” ujar Christina.

Menurut Christina, kerja sama dengan Kroasia membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar penempatan PMI, khususnya di sektor hospitality. Kroasia menjadi salah satu negara destinasi wisata, terutama saat musim panas.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menyiapkan calon PMI yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja di Kroasia, termasuk kemampuan berbahasa Inggris.

Christina menyebut pengalaman negara lain, seperti Filipina, menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi PMI yang bekerja di Kroasia.

“Dari pertemuan tadi, Bu Dubes menyampaikan peluang di sektor hospitality tetap terbuka. Karena itu, kompetensi pekerja migran harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk kemampuan berbahasa Inggris dengan baik,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global, yang diarahkan untuk menyiapkan kompetensi calon PMI berdasarkan kebutuhan atau permintaan pasar kerja di negara tujuan.

Selain kompetensi kerja, Christina menilai pembekalan budaya juga penting bagi PMI yang bekerja di Kroasia. Pembekalan tersebut termasuk kemampuan dasar bahasa Kroasia agar PMI dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di negara penempatan.

“Termasuk kemampuan dasar bahasa Kroasia agar pekerja migran dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial selama berada di negara penempatan,” jelasnya.

Kementerian P2MI, lanjut Christina, akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Zagreb untuk menyelesaikan dokumen sebelum diajukan ke pembahasan selanjutnya.

“Kami tentu berharap dukungan KBRI Zagreb dan Kementerian Luar Negeri agar konsolidasi ini dapat segera diselesaikan, paling lambat akhir Oktober,” imbuh Christina.(igwn/fb)

Baca juga:

Indonesia dan Albania Teken MoU, Buka Peluang Penempatan PMI Terampil ke Eropa

Gaji Kerja di Belanda 2026, Berapa Penghasilan Pekerja Indonesia?

Mau Kerja di Jerman? Ini Jalur yang Bisa Dipilih WNI, dari Ausbildung hingga G to G