Baru 131 PMI Bekerja di Selandia Baru, Kementerian P2MI Bidik 4 Sektor Baru

IGWNEWS–Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Selandia Baru baru mencapai 131 orang pada 2026. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjajaki perluasan peluang kerja di negara tersebut, termasuk sektor peternakan, pertambangan, dan perhotelan.

Upaya tersebut dibahas Wakil Menteri P2MI Christina Aryani saat bertemu Calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Dindin Wahyudin, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Christina mengatakan, Indonesia ingin memperluas akses penempatan PMI di berbagai sektor yang berpotensi menyerap tenaga kerja asing, tidak hanya agrikultur.

“Menjelang penugasan Pak Dindin di Selandia Baru, kami menyampaikan intensi Indonesia untuk menjajaki peluang-peluang kerja baru di sana. Selama ini kita mengenal sektor agrikultur, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk peternakan, pertambangan, hingga hospitality,” kata Christina.

Menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington memiliki peran strategis dalam memetakan kebutuhan pasar kerja, mengidentifikasi sektor potensial, serta membangun komunikasi dengan pemberi kerja dan pemangku kepentingan di Selandia Baru.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan kompetensi tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas akses terhadap peluang kerja yang tersedia.

Kuota Pekerja Asing Selandia Baru Jadi Peluang

Dalam pertemuan tersebut, Christina menyebut target pekerja asing di Selandia Baru mencapai 20.700 orang. Sebagian besar di antaranya berasal dari negara-negara Pasifik.

Sementara itu, kuota bagi negara-negara Asia disebut sebanyak 1.500 orang dan masih didominasi pekerja dari Filipina dan Thailand. Adapun jumlah PMI yang ditempatkan di Selandia Baru baru mencapai 131 orang pada 2026.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah aktif untuk mengenali kebutuhan pasar dan memperkenalkan tenaga kerja Indonesia kepada pengguna di Selandia Baru. Kami meminta dukungan agar peluang dan kuota penempatan bagi Indonesia dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Christina menekankan pentingnya penguatan fungsi market intelligence oleh KBRI Wellington. Fungsi ini mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, persyaratan kompetensi, serta identifikasi peluang penempatan yang dapat diakses pekerja Indonesia.

Dengan informasi pasar yang lebih akurat, pemerintah dapat menyiapkan calon PMI sesuai kebutuhan pemberi kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Kementerian P2MI Siapkan Job Fair dan Kerja Sama

Untuk mendukung perluasan penempatan, Kementerian P2MI menyatakan kesiapan memfasilitasi penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, mengadakan pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait di Selandia Baru, serta menjajaki kemungkinan kerja sama melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU).

Christina berharap koordinasi antara Kementerian P2MI dan KBRI Wellington dapat memperkuat promosi tenaga kerja Indonesia sekaligus membuka akses ke sektor-sektor yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

“Dengan pemetaan pasar yang lebih baik, promosi yang tepat, serta komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, pekerja migran Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Selandia Baru,” kata Christina.

Perluasan peluang tersebut akan membutuhkan pemetaan kebutuhan pasar, pemenuhan kualifikasi, serta komunikasi dengan pemberi kerja agar calon PMI dapat mengakses kesempatan kerja sesuai persyaratan yang berlaku.(igwn/fb)

Baca juga:

Wamen P2MI Sambut Komitmen Singapura Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

Wamen P2MI Buka Peluang Penempatan PMI di Amerika Serikat

Wamen P2MI Perkuat Sinergi dengan Konjen RI, Dorong Perlindungan PMI dan Perluasan Pasar Kerja