IGWNEWS—Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong kerja sama dengan Perwakilan RI di Amerika Serikat untuk membuka peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di negara tersebut.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyampaikan hal itu dalam pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat, Jumat (21/8/2026).
Christina mengatakan, Kementerian P2MI siap memperkuat koordinasi dengan Perwakilan RI untuk mengidentifikasi peluang pasar kerja sekaligus memastikan proses penempatan PMI berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan aspek pelindungan.
“Kami sepakat membangun kerja sama yang lebih erat. Kami siap memberikan asistensi, termasuk proses verifikasi job order dan regulasi penempatan. Kami juga membutuhkan dukungan Perwakilan RI untuk mengenalkan pasar dan mengidentifikasi peluang-peluang kerja yang ada di Amerika Serikat,” ujar Christina.
Sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan untuk penempatan PMI di Amerika Serikat antara lain awak kapal atau cruise ship, hospitality, caregiver, tenaga keperawatan atau nursing, serta pekerjaan teknis seperti welder dan pengemudi truk atau truck driver.
Menurut Christina, sinergi dengan Perwakilan RI penting karena pembukaan pasar kerja baru membutuhkan pemahaman mengenai kebutuhan tenaga kerja, regulasi, serta mekanisme ketenagakerjaan di negara tujuan.
Namun, peluang tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui kajian dan koordinasi lebih lanjut. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah persyaratan visa untuk penempatan PMI ke Amerika Serikat.
“Memang masih ada sejumlah hal yang perlu kita luruskan dan dalami, terutama terkait visa. Tetapi dari informasi yang kami dapatkan, terdapat peluang dan ini yang akan kita tindak lanjuti bersama Perwakilan,” ungkapnya.
Christina menegaskan, upaya membuka pasar kerja Amerika Serikat tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah penempatan PMI. Setiap peluang kerja harus memenuhi ketentuan, memiliki job order yang jelas, dan memberikan kepastian pelindungan bagi pekerja migran.
“Intinya kami ingin membuka peluang di Amerika Serikat dengan bantuan Perwakilan RI, tetapi tetap memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan dan pelindungan pekerja migran menjadi prioritas,” tegasnya.
Christina berharap koordinasi antara Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, serta KJRI di Amerika Serikat semakin erat. Dengan demikian, peluang pasar kerja potensial dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara konkret.(igwn/fb)
Baca juga:
Wamen P2MI Dorong Perbaikan Proses Penempatan PMI ke Tiongkok
Peluang Kerja di Republik Ceko Terbuka, Ini Sektor yang Dibutuhkan
Peluang Kerja di Slowakia Terbuka, PMI Dibutuhkan di 3 Sektor
