Daftar Negara dengan Gaji PMI Tertinggi 2026, Jepang dan Taiwan Masih Jadi Pilihan Favorit

IGWNEWS-Bekerja di luar negeri menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan penghasilan lebih baik. Sejumlah negara menawarkan peluang kerja dengan standar upah yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia, terutama bagi pekerja dengan keterampilan tertentu.

Namun, besaran gaji Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak hanya dipengaruhi oleh negara tujuan, tetapi juga jenis pekerjaan, pengalaman, kemampuan bahasa, aturan ketenagakerjaan, hingga jumlah jam kerja.

Dikutip dari informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), negara-negara di Asia seperti Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Malaysia masih menjadi tujuan utama penempatan PMI. Negara tersebut memiliki kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur, perawatan lansia, konstruksi, pertanian, hingga pekerjaan domestik.

Jepang menjadi salah satu negara dengan peluang gaji tinggi bagi PMI. Negara ini membutuhkan tenaga kerja asing akibat berkurangnya populasi usia produktif, sehingga membuka kesempatan kerja bagi pekerja migran melalui sejumlah skema resmi.

Dilansir dari informasi resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), peluang kerja PMI di Jepang tersedia melalui berbagai program, termasuk sektor perawatan lansia, manufaktur, konstruksi, pertanian, dan pengolahan makanan.

Besaran gaji PMI di Jepang bervariasi tergantung sektor pekerjaan dan wilayah penempatan. Secara umum, pekerja migran dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan, termasuk tambahan dari lembur pada pekerjaan tertentu.

Meski memiliki standar gaji tinggi, calon PMI perlu memperhitungkan biaya hidup Jepang yang juga relatif besar. Biaya tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari harus menjadi bagian dari perencanaan sebelum bekerja di negara tersebut.

Selain Jepang, Taiwan juga menjadi salah satu negara tujuan favorit PMI. Bersumber dari data penempatan pekerja migran yang dirilis KP2MI, Taiwan termasuk negara dengan jumlah PMI yang cukup besar karena memiliki kebutuhan tenaga kerja yang stabil.

Peluang kerja PMI di Taiwan tersedia terutama pada sektor manufaktur, caregiver atau perawat lansia, serta pekerja rumah tangga. Sistem kerja yang relatif jelas dan keberadaan komunitas Indonesia menjadi salah satu alasan Taiwan banyak dipilih oleh pekerja migran.

Dilansir dari informasi ketenagakerjaan Taiwan, pekerja asing mendapatkan hak sesuai aturan yang berlaku, termasuk terkait upah minimum dan perlindungan kerja. Dengan tambahan lembur dan tunjangan tertentu, pendapatan PMI di Taiwan dapat meningkat dibandingkan gaji pokok.

Korea Selatan juga menjadi negara dengan peluang pendapatan tinggi bagi PMI. Melalui program Employment Permit System (EPS), pekerja Indonesia dapat bekerja secara legal di sektor seperti manufaktur, pertanian, perikanan, dan peternakan.

Dikutip dari informasi resmi program EPS Korea Selatan, pekerja asing memiliki hak memperoleh perlindungan ketenagakerjaan sesuai aturan yang berlaku. Dengan standar upah dan peluang lembur, penghasilan PMI di Korea Selatan dapat mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Sementara itu, Hong Kong dan Singapura juga menjadi tujuan kerja bagi PMI. Hong Kong banyak membuka peluang pada sektor pekerja domestik, sedangkan Singapura memiliki kebutuhan tenaga kerja di sektor rumah tangga, layanan, kesehatan, dan sektor profesional tertentu.

Meski menawarkan peluang penghasilan yang menarik, calon PMI tetap perlu memastikan keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi. Pemerintah melalui KP2MI terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas dan selalu memeriksa legalitas perusahaan penempatan.

Dengan memahami peluang kerja, perkiraan pendapatan, serta biaya hidup di negara tujuan, calon PMI dapat menentukan pilihan yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.(igwn/fb)

Baca juga:

3 Negara Tujuan Penempatan PMI Terbanyak: Jenis Pekerjaan, Kisaran Gaji, dan Hal yang Perlu Diketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *