Delegasi KP2MI Ikuti Pelatihan Jurnalisme Multimedia dan AI di Tiongkok

IGWNEWS–Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengirimkan delegasi untuk mengikuti pelatihan bertajuk Seminar for Female Multimedia Journalist from ASEAN Countries yang diselenggarakan di Republik Rakyat Tiongkok pada 8–21 Juli 2026.

Dikutip dari laman resmi KP2MI, delegasi tersebut menjadi bagian dari 27 peserta yang terdiri atas praktisi media, jurnalis, dan humas pemerintah dari Indonesia, Laos, dan Myanmar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Ministry of Commerce of the People’s Republic of China.

Peserta dari Indonesia berasal dari sejumlah instansi pemerintah, antara lain KP2MI, Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Hukum, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Lembaga Administrasi Negara.

Vice President of Guangxi International Business Vocational College (GXIBVC), Zhao Diqiong, mengatakan seminar tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kerja sama media antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN melalui peningkatan kapasitas jurnalis perempuan di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), media digital, dan komunikasi internasional.

“Seminar ini diharapkan menjadi platform penting untuk mempererat hubungan media dan mendukung terwujudnya Komunitas Tiongkok–ASEAN ke depannya,” kata Zhao Diqiong saat Closing Ceremony di Nanning, Selasa (21/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung di Guangxi International Business Vocational College, Kota Nanning, tersebut dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan kunjungan lapangan. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas aparatur, memperluas wawasan internasional, serta mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok.

Pranata Humas Ahli Muda KP2MI sekaligus delegasi Indonesia, Shesta Dwityana, menjelaskan sejumlah materi yang dipelajari peserta selama pelatihan. Materi tersebut mencakup perkembangan media konvergensi, mobile journalism, produksi konten video, strategi komunikasi dan media sosial, hingga kepemimpinan perempuan dalam dunia jurnalistik.

Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi perusahaan media yang telah memanfaatkan teknologi AI dalam proses produksi konten.

“Tidak hanya mempelajari jurnalisme dan memperlihatkan kemajuan teknologi, penyelenggara juga mengajak seluruh peserta untuk mempelajari budaya tradisional Tiongkok melalui pelatihan menulis kaligrafi Tiongkok, serta mengunjungi kota tua di Hangzhou dan Nanning City,” ujar Shesta.

Sementara itu, Kepala Biro Humas KP2MI Sukarman menilai seminar tersebut memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas komunikasi publik di lingkungan kementerian.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memahami perkembangan integrasi media, pemanfaatan AI dalam jurnalisme, serta penguatan komunikasi internasional di era transformasi digital.

“Karena di tengah pesatnya transformasi digital, insan humas dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menghasilkan informasi yang akurat, kredibel, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Sukarman.

Melalui partisipasi dalam forum internasional tersebut, KP2MI diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi publik sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai negara di kawasan ASEAN dan Tiongkok.(igwn/fb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *