IGWNEWS–Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti program Work and Holiday Visa (WHV) Australia terus meningkat. Program ini memberikan kesempatan bagi anak muda untuk tinggal, bekerja, dan berlibur di Australia selama hingga satu tahun. Namun, masih banyak calon peserta yang belum memahami bagaimana cara mengurus WHV Australia secara resmi.
Perlu diketahui, visa yang berlaku bagi warga negara Indonesia adalah Work and Holiday Visa (Subclass 462). Dikutip dari Australian Department of Home Affairs, visa ini memungkinkan pemegangnya untuk bekerja, berwisata, dan mengikuti pendidikan atau pelatihan dalam jangka waktu tertentu selama berada di Australia.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa calon pemohon memenuhi persyaratan dasar. Bersumber dari informasi resmi Australian Department of Home Affairs, pemohon harus berusia antara 18 hingga 30 tahun saat mengajukan visa, memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku, memenuhi persyaratan pendidikan yang ditetapkan, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, calon peserta juga wajib memenuhi persyaratan kesehatan dan karakter. Dalam beberapa kasus, pemohon dapat diminta menjalani pemeriksaan kesehatan atau melengkapi dokumen tambahan sesuai kebutuhan proses verifikasi.
Setelah memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, calon peserta perlu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Dokumen tersebut umumnya mencakup paspor, bukti pendidikan, dokumen kemampuan bahasa Inggris, foto identitas, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku saat pendaftaran dibuka.
Dikutip dari laman resmi Australian Department of Home Affairs, pengajuan visa dilakukan secara daring melalui sistem ImmiAccount yang disediakan pemerintah Australia. Melalui akun tersebut, pemohon dapat mengunggah dokumen, mengisi formulir aplikasi, memantau perkembangan permohonan, hingga menerima keputusan visa.
Setelah membuat akun, pemohon harus mengisi data diri secara lengkap dan sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki. Kesalahan pengisian data dapat memperlambat proses verifikasi atau bahkan menyebabkan permohonan ditolak.
Tahap berikutnya adalah mengunggah dokumen yang diminta. Calon peserta disarankan memastikan seluruh dokumen dapat terbaca dengan jelas dan sesuai format yang ditentukan. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat menghambat proses penilaian oleh pihak imigrasi Australia.
Setelah seluruh dokumen diunggah, pemohon akan diminta membayar biaya pengajuan visa sesuai tarif yang berlaku. Besaran biaya visa dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah Australia. Karena itu, calon peserta sebaiknya selalu mengecek informasi terbaru melalui situs resmi pemerintah Australia sebelum melakukan pembayaran.
Disadur dari Australian Department of Home Affairs, setelah pembayaran selesai dilakukan, permohonan akan masuk ke tahap penilaian. Pada tahap ini, pihak imigrasi dapat meminta dokumen tambahan atau pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan.
Lama proses pengajuan dapat berbeda untuk setiap pemohon. Faktor seperti kelengkapan dokumen, jumlah permohonan yang sedang diproses, serta kebutuhan verifikasi tambahan dapat memengaruhi waktu penerbitan visa.
Banyak calon peserta yang bertanya apakah mereka perlu menggunakan jasa agen. Pada dasarnya, pemerintah Australia memungkinkan pemohon mengajukan visa secara mandiri melalui sistem resmi yang telah disediakan. Karena itu, penggunaan jasa pihak ketiga bukan merupakan kewajiban.
Meski demikian, calon peserta tetap harus berhati-hati terhadap berbagai tawaran yang menjanjikan kelulusan visa atau keberangkatan pasti dengan biaya tertentu. Tidak ada pihak yang dapat menjamin visa akan disetujui karena keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Australia.
Selain memahami proses visa, peserta juga disarankan mempersiapkan kondisi finansial sebelum berangkat. WHV bukan program penempatan kerja, sehingga peserta perlu memiliki dana yang cukup untuk kebutuhan awal selama mencari pekerjaan di Australia.
Persiapan lain yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mencari informasi mengenai budaya kerja di Australia. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu peserta beradaptasi dan meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan setelah tiba di negara tujuan.
Dikutip dari informasi resmi pemerintah Australia, pemegang Work and Holiday Visa juga wajib mematuhi seluruh peraturan keimigrasian yang berlaku selama berada di Australia. Pelanggaran terhadap ketentuan visa dapat berdampak pada status keimigrasian maupun peluang pengajuan visa di masa mendatang.
Bagi WNI yang ingin mengikuti program ini, langkah terbaik adalah selalu mengacu pada sumber resmi dan memastikan seluruh proses dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Dengan persiapan dokumen yang lengkap dan pemahaman yang baik mengenai tahapan pengajuan, peluang memperoleh WHV Australia secara legal akan semakin besar.(igwn/fb)
Baca juga:
Apa Itu WHV Australia? Apakah Legal untuk WNI dan Bagaimana Cara Mengikutinya?
