IGWNEWS-Peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Yordania mulai dijajaki untuk sektor industri. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman melalui Atase Ketenagakerjaan tengah membuka pembicaraan dengan pelaku industri di kawasan Irbid untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja asing.
Penjajakan tersebut dilakukan dalam pertemuan dengan Irbid Chamber of Industry di Irbid, Yordania, Minggu (7/9/2026). Sejumlah sektor yang berpotensi membutuhkan tenaga kerja Indonesia antara lain manufaktur, makanan dan minuman, garmen dan tekstil, serta bidang industri lain yang membutuhkan pekerja terampil.
Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman Ahmad Fauzi mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah memetakan kebutuhan riil perusahaan sebelum menyiapkan kandidat PMI.
“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan apa yang dapat Indonesia tawarkan, tetapi untuk mendengar dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan industri di Irbid,” ujar Fauzi.
Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya pekerja yang dipersiapkan melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi hingga pelatihan bahasa. Kandidat PMI nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan serta regulasi yang berlaku di Yordania.
Peluang tersebut mendapat respons positif dari Direktur Jenderal Irbid Chamber of Industry, Nidal Al-Sadr. Ia menyebut perusahaan-perusahaan di kawasan industri Irbid selama ini telah mempekerjakan tenaga kerja asing dari sejumlah negara, termasuk India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, Kamboja dan Myanmar.
Al-Sadr mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan sejumlah pengusaha di Irbid untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja yang dapat diisi oleh PMI.
“Kita juga dapat melanjutkan pertemuan antara perusahaan industri dengan Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman untuk membahas peluang perekrutan pekerja migran Indonesia secara lebih konkret,” tuturnya.
Meski demikian, peluang tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Proses penempatan PMI nantinya harus mengikuti regulasi ketenagakerjaan Yordania, termasuk ketentuan mengenai tenaga kerja asing, jenis pekerjaan, upah, kompetensi dan pelindungan pekerja.
Jika penjajakan menghasilkan kebutuhan tenaga kerja yang konkret, Indonesia berpeluang memperluas akses penempatan PMI ke sektor industri Yordania dengan mengedepankan prinsip penempatan yang sesuai kompetensi dan perlindungan pekerja.(igwn/fb)
Baca juga:
Peluang Kerja di Belanda 2026, Ini Bidang yang Banyak Membutuhkan Tenaga Kerja
Peluang Kerja di Republik Ceko Terbuka, Ini Sektor yang Dibutuhkan
Peluang Kerja di Slowakia Terbuka, PMI Dibutuhkan di 3 Sektor
