IGWNEWS – Peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Republik Ceko mulai dijajaki pemerintah. Sejumlah sektor strategis di negara tersebut disebut membutuhkan tenaga kerja terampil, mulai dari manufaktur, logistik, hospitality, IT, kesehatan, hingga teknisi.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan, peluang tersebut diketahui setelah Kementerian P2MI menerima informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha mengenai kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko.
“Kami menerima brafaks dari KBRI Praha mengenai kemungkinan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran Indonesia. Karena itu kami ingin mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus melihat peluang kerja sama apa saja yang bisa dikembangkan,” ujar Christina saat berdiskusi daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Rina P. Soemarno, Kamis (6/8/2026).
Christina mengatakan jumlah PMI di Republik Ceko saat ini masih relatif kecil. Namun, ia optimistis jumlah tersebut dapat meningkat seiring dukungan KBRI Praha dan semakin terbukanya peluang kerja di berbagai sektor.
“Kami berharap dengan dukungan KBRI Praha, jumlah pekerja migran Indonesia di Republik Ceko dapat terus meningkat. Kami ingin memastikan penempatan dilakukan secara legal, terampil, dan sesuai kebutuhan dunia kerja di sana,” katanya.
Republik Ceko memiliki sejumlah skema yang dapat menjadi pintu masuk bagi pekerja migran Indonesia. Salah satunya employee card, yakni izin tinggal yang sekaligus menjadi izin kerja dengan kuota tertentu.
Selain itu, terdapat blue card yang diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi.
Pemerintah Republik Ceko juga memiliki program percepatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di sejumlah sektor prioritas. Beberapa di antaranya adalah manufaktur, logistik, hospitality, teknologi informasi (IT), kesehatan, welder, teknisi mesin, hingga teknisi kelistrikan.
Adapun calon pekerja yang masuk dalam program tersebut disebut perlu memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain merupakan lulusan politeknik, berusia 21-29 tahun, serta memiliki kemampuan bahasa Inggris.
Christina menekankan kemampuan bahasa menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan calon PMI sebelum bekerja di luar negeri.
“Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama. Ini menjadi catatan penting bagi kita agar calon pekerja migran Indonesia yang disiapkan benar-benar memiliki kompetensi, termasuk kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan,” ungkap Christina.
Dalam pertemuan tersebut, Christina juga memperkenalkan program direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki daya saing di pasar kerja internasional.
Program SMK Go Global tidak hanya menyasar lulusan SMK. Program tersebut juga dapat menyasar masyarakat umum, termasuk lulusan diploma, sarjana, maupun pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi untuk bekerja di luar negeri.
Christina mengatakan pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu PMI secara bertahap hingga 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang disesuaikan kebutuhan pasar kerja internasional.
Sektor yang menjadi perhatian antara lain caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, serta berbagai bidang lainnya.
“Target pemerintah adalah menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 2029. Kami menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, dan bidang lainnya,” jelasnya.
Christina menambahkan, diskusi dengan KBRI Praha menjadi langkah awal bagi Kementerian P2MI untuk memetakan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti. Pemerintah ingin memastikan peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan PMI melalui proses penempatan yang legal dan sesuai kebutuhan negara tujuan.
“Pertemuan ini menjadi inisiatif awal untuk membahas lebih jauh peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan pekerja migran Indonesia di Republik Ceko,” pungkasnya.(igwn/fb)
Baca juga:
Indonesia dan Albania Teken MoU, Buka Peluang Penempatan PMI Terampil ke Eropa
Peluang Kerja di Portugal Makin Terbuka, Kementerian P2MI Targetkan MoU Rampung Oktober 2026
Wamen P2MI Perkuat Sinergi dengan Konjen RI, Dorong Perlindungan PMI dan Perluasan Pasar Kerja
