Peluang Kerja di Slowakia Terbuka, PMI Dibutuhkan di 3 Sektor

IGWNEWS – Peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Republik Slowakia mulai terbuka lebih luas. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) tengah menjajaki perluasan penempatan PMI, khususnya untuk sektor manufaktur, hospitality, dan caregiver.

Penjajakan tersebut dibahas Wakil Menteri P2MI Christina Aryani saat bertemu Duta Besar Republik Slowakia untuk Indonesia, Tomáš Ferko, di Kantor Kementerian P2MI, Rabu (5/8/2026).

Christina mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Slowakia. Menurutnya, penempatan PMI ke negara tersebut menunjukkan tren positif, meski jumlahnya masih di bawah 1.000 orang setiap tahun.

“Kementerian P2MI melihat Slowakia sebagai pasar yang perlu dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut,” ujar Christina.

Sektor manufaktur menjadi salah satu peluang yang dinilai cukup besar. Kebutuhan tenaga kerja di Slowakia banyak berasal dari sektor tersebut, terlebih sejumlah perusahaan otomotif global seperti Volkswagen, Kia, dan Volvo memiliki fasilitas produksi di negara itu.

Christina mengatakan Indonesia memiliki Program SMK Go Global yang dapat mendukung penyiapan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.

“Indonesia memiliki Program SMK Go Global yang memang dirancang menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan. Kami melihat program ini sangat relevan menjawab kebutuhan tenaga kerja di Slovakia,” jelas Christina.

Selain manufaktur, sektor hospitality juga menjadi salah satu bidang yang berpotensi menyerap PMI. Slowakia disebut memiliki kebutuhan tenaga kerja hospitality dalam jangka panjang atau nonmusiman. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang penempatan PMI secara berkelanjutan.

Peluang lainnya berada di sektor caregiver. Christina menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menyiapkan tenaga caregiver yang kompeten guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di nursing home di Slowakia.

“Saya juga berbagi pengalaman kerja sama yang telah berjalan dengan Jerman sebagai contoh praktik baik yang dapat dikembangkan bersama Slovakia,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Tomáš Ferko juga menyampaikan apresiasi terhadap etos kerja PMI di Slowakia. Para pekerja migran Indonesia disebut dikenal loyal terhadap perusahaan dan menyelesaikan kontrak kerja sesuai ketentuan.

“Reputasi baik seperti ini menjadi modal penting membuka peluang penempatan lebih luas,” ungkap Christina.

Sebagai langkah awal, Dubes Tomáš Ferko akan mengidentifikasi kementerian dan pemangku kepentingan terkait di Slowakia untuk membuka pembahasan kerja sama lebih lanjut.

Christina berharap komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Slowakia terus diperkuat sehingga peluang kerja bagi PMI semakin luas. Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap proses penempatan berlangsung aman, legal, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Potensi kerja sama ini sangat menjanjikan. Harapan saya komunikasi kami dan Pemerintah Slovakia terus diperkuat sehingga peluang penempatan pekerja migran Indonesia semakin luas, sekaligus memastikan penempatan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja,” pungkasnya.(igwn/fb)

Baca juga:

Wamen P2MI Perkuat Sinergi dengan Konjen RI, Dorong Perlindungan PMI dan Perluasan Pasar Kerja

Wamen P2MI Minta CPMI Jaga Nama Baik Indonesia Saat Bekerja di Korea Selatan dan Jerman

Meski Ekonomi Korea Selatan Melambat, Indonesia Terus Siapkan PMI Berkualitas