KP2MI Verifikasi 129 Kelas Pelatihan PMI Jelang Kick-off Nasional

IGWNEWS—Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memverifikasi 129 kelas pelatihan dengan total 2.580 peserta dalam program peningkatan kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjelang kick-off nasional pada Rabu (26/8/2026).

Data tersebut merupakan hasil evaluasi matrik rekapitulasi pelatihan per 23 Agustus 2026. Jumlah kelas terverifikasi itu melampaui target awal sebanyak 108 kelas, meski jumlah peserta masih berada di bawah target awal 3.260 peserta.

Evaluasi capaian sekaligus pemantauan kesiapan kick-off nasional dilakukan melalui rapat di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (24/8/2026). Rapat dipimpin Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla dan didampingi Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dwiyono.

Rapat digelar secara hybrid untuk memastikan kesiapan data peserta, pemetaan kelas pelatihan vokasi, penyelarasan regulasi dan administrasi pengadaan, hingga kesiapan jaringan di seluruh Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di daerah.

Dzulfikar mengapresiasi kesiapan jajaran kementerian dan kepala BP3MI dalam menghadapi kick-off nasional. Ia meminta seluruh data capaian yang disampaikan daerah diperbarui dan dipastikan akurat.

“Kita mengapresiasi kesiapan dan kesigapan Bapak dan Ibu sekalian menjelang detik-detik kick-off. Harapan kita, seluruh data capaian yang disampaikan dapat up-to-date dan akurat,” ujar Dzulfikar.

Sekjen KP2MI Dwiyono mengatakan, progres data dari BP3MI menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, evaluasi tetap dilakukan terhadap balai yang belum melengkapi laporan maupun yang mengalami penyesuaian kuota peserta.

“Secara rekapitulasi, pergerakan data dari balai-balai daerah menunjukkan progres yang signifikan. Namun, kita tetap melakukan evaluasi ketat terhadap balai yang belum melengkapi laporan matrik maupun yang mengalami penyesuaian kuota peserta di lapangan,” tegas Dwiyono.

Selain data peserta, KP2MI menyoroti ketertiban administrasi dan skema pengadaan pelatihan vokasi. Seluruh BP3MI diminta memastikan pengadaan sesuai aturan dan petunjuk teknis (juknis), termasuk tidak melakukan penunjukan langsung (PL) yang melanggar ketentuan.

Dari daerah, BP3MI Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan telah memaksimalkan kuota 220 peserta dalam 11 kelas. Pelatihan dipusatkan di sejumlah lembaga vokasi di Kota Kupang, termasuk Universitas Citra Bangsa, Universitas San Pedro, dan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dzulfikar meminta seluruh peserta pelatihan di balai-balai daerah sudah teregistrasi dan berkumpul pada Rabu (26/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Selanjutnya, gladi bersih jaringan dan alur acara secara nasional dijadwalkan pukul 11.00 WIB sebelum kick-off resmi dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.(igwn/fb)

Baca juga:

SMK Go Global KP2MI Berbasis Demand, Peserta Harus Punya Kepastian Penempatan

KP2MI Perketat Pengawasan P3MI, Akreditasi Jadi Tolok Ukur Kualitas Perusahaan

KP2MI Berangkatkan 10 Perawat ke Jerman Lewat Skema G to G